Minggu, 29 Juli 2012

Aku ingin ikhlas

Tuhan, aku ingin ikhlas
Mengucap selamat tinggal kepada yang harus terbang jauh
Menggapai mimpi hingga ke seribu tanpa harus susah payah mengangkat sauh
Mengucap selamat datang kepada yang akan hadir
Menghiasi lembar-lembar perjanjian kita yang kusebut takdir


Tuhan, aku butuh ikhlas
Melepas rantai-rantai hati dia yang terperosok candu
Berharap penuh kepada cinta dan juga rindu, tersedu
Mendoakannya untuk kebahagian langit yang tenang
Bertahtakan awan dan ribuan gemintang


Tuhan, sungguh aku ingin ikhlas
Menerima sepenuh hati tanpa tangan terkepal
Tulus bertengadah untuk pemberianmu yang jumlahnya pun tak kan bisa kuhapal
Menggenggam erat yang telah ada tanpa harus takut untuk hilang
Tentu nanti Kau akan buatnya pulang bukan?

Tuhan, aku benar-benar ingin ikhlas
Menatap senyuman itu tanpa harus berpikir tentang kepalsuan
Tentang jeratan-jeratan licik lidah perempuan
Memandang tajam pada sinar mata itu tanpa harus takut hilang arah
Kau pasti akan tunjukkan kepadaku kalau itu salah bukan?


Jangan buat dia berubah, apa adanya saja seperti yang telah kau ciptakan
Yang kemudian dibentuk alam sekitarnya hingga ada disisiku saat ini
Buat aku ikhlas Tuhan
Tertawa, menangis, memeluk, mencumbu, dan merindu
Tanpa harus ada keinginan ini-itu

Tuhan, izinkan aku mencintainya
Karena Mu, dan perjanjian kita
Dengan ikhlas