Kabut ini turun perlahan
Di sela-sela dinding putih yang berdiri mengambil peran
Membatasi tiap-tiap garis suara alam yang berkesinambungan
Menyerukan arti dan makna tentang semua tujuan
Dingin ini berselimut pekat
Otakku tumpul hitam berkarat
Mungkin nanti atau besok mati cepat
Terlalu banyak racun terserap yang membuatku menjadi keparat
Halusinasi menerawang akan aksara yang mungkin akan terucap
Dari bidadari bersayap hitam gelap
Hidup dari bayang-bayang tidurku yang lelap
Menyeruak ke setiap mimpiku yang biasanya berderap
Menuju entah kemana dan kapan akan bergerak lalu hilang senyap
Alunan mimpi ini begitu kuinginkan
Untuk hadir di kehidupan yang terlalu kaku dan penuh keheningan
Aku ingin bising dan terbakar dalam keramaian
Mimpi-mimpi yang selalu bersinar seperti mentari keemasan
Angin meniup setiap debu dan dingin hingga menggigil kudapat
Kau mungkin akan hilang, lalu muncul menjadi entah siapa dalam waktu yang tepat
Mungkin memang perjalanan singkat
Tapi semua ini sudah begitu melekat
Kita memang bukan kiri dan kanan
Semoga aku dapat terus maju meski perlahan
Bersama udara, mimpi, serta aksara pembaharuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar