Terhanyut ombak keresahan, aku terombang-ambing alasan
Berlayar hanya dengan sampan, tak ada layar terkembang
Ikan-ikan berenang perlahan, menatap sebentar lalu pergi, harapan palsu
Bulan begitu benderang, tapi kenapa badai ini terus meradang?
Haruskah aku hanya berenang? Agar terhanyut ke sebuah tepian tanpa paksaan
Hanya air mengalir deras membawaku tanpa satupun kecemasan
Hanya mimpi-mimpi khayalan kuning keemasan
Kabut pun turun memeluk udara gelap
Dingin dan senyap, aku terlelap
Lalu bersandar entah dimana
Aku harus berlayar lagi, entah untuk apa
Mungkin untuknya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar